
FAJARTIMURNEWS.com Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya kedaulatan maritim yang terus dilakukan oleh berbagai pihak.
Salah satunya melalui kegiatan bakti sosial penanaman mangrove yang sekarang dilaksanakan oleh Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) Lanal Kendari bersama masyarakat, pelajar, komunitas, dan Pemerintah Kabupaten Bombana di Pantai Kasabolo, Kecamatan Poleang, pada Kamis (8/1/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.15 WITA tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kowal ke-63, dengan mengusung semangat kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan laut sebagai bagian tak terpisahkan dari pertahanan negara. Sebanyak 2.500 bibit mangrove ditanam di sepanjang pesisir pantai sebagai langkah nyata rehabilitasi ekosistem pantai yang rawan abrasi.

Penanaman mangrove ini terlaksana berkat kerja sama antara Kowal Lanal Kendari dan LSM Global Sosial Indonesia (GSI), serta diikuti oleh hampir ±200 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI–Polri, pemerintah daerah, pelajar, komunitas pemuda, hingga masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Lanal Kendari yang diwakili oleh Pasiter Mayor Laut (P) Beny Mangampu, tak ketinggalan Dansatgas Bombana Lettu Laut (E) Firman Af, serta perwakilan personel Kowal dan prajurit Lanal Kendari, perwakilan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana, Camat Poleang, unsur TNI–Polri setempat, Lurah Kasabolo, Kepala UPTD Puskesmas Poleang, serta perwakilan organisasi kepemudaan lainnya seperti Karang Taruna Jangkar Muda dan Tri Jaya Bhakti.
Dalam sambutannya, Mayor Laut (P) Beny Mangampu menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove bukan sekadar seremoni semata melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.
Ia menegaskan bahwa wilayah pesisir memiliki peran strategis, tidak hanya bagi kehidupan masyarakat, tetapi juga bagi pertahanan dan kedaulatan negara.
“Mangrove adalah benteng alami bangsa. Ia melindungi garis pantai dari abrasi, menjaga ekosistem laut, sekaligus menjadi simbol kedaulatan negara di wilayah pesisir. Apa yang kita tanam hari ini adalah investasi untuk masa depan anak cucu kita, dan saya ucapkan terma kasih atas waktu dan kesempatan yang di berikan kepada kami dari Lanal Kendari untuk hadir dalam kegiatan penanaman mangrove di pantai Kasabolo Poleang begitupun kepada instansi pemerintah kabupaten Bombana rekan TNI-Polri ketua GSI tokoh masyarakat dan para aktivis serta relawan yang selalu hadir di setiap kegiatan yang berhubungan dengan mangrove ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penanaman mangrove secara simbolis oleh perwakilan TNI AL, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat, sebagai tanda dimulainya aksi penanaman secara serentak di area yang telah ditentukan.
Salah satu pesan penting dalam kegiatan ini disampaikan oleh Perwira Kowal Lanal Kendari, Lettu Laut (K/W) Pitriana, yang menekankan bahwa keterlibatan Kowal dalam kegiatan lingkungan merupakan wujud nyata peran perempuan TNI AL dalam menjaga laut dan kedaulatan maritim Indonesia. Ia juga memberikan motivasi kepada para pelajar yang hadir, khususnya siswa dan siswi gabungan SMK Bombana dan GSI, agar memiliki kepedulian terhadap laut sejak dini.
“Kegiatan ini adalah bagian dari peran Kowal terhadap negara dan kedaulatan maritim. Kami ingin para pelajar mengenal laut, mencintai lingkungan, dan terinspirasi untuk menjadi Srikandi Laut yang tangguh, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan,” tegas Lettu Laut (K/W) Pitriana.
Menurutnya, edukasi lingkungan yang dikaitkan dengan nilai-nilai kebangsaan sangat penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan rasa cinta tanah air.
Sementara itu, Dansatgas Bombana Lettu Laut (E) Firman Af memberikan edukasi dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyebut penanaman mangrove merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir. “Mangrove memiliki peran vital dalam mencegah abrasi, menahan gelombang laut, menjadi habitat biota laut, serta menjaga kualitas lingkungan. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian nyata bagi kita semua dalam melindungi dan menjaga laut begitupun kehidupan masyarakat yang berdomsili di daerah pesisir,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah, komunitas, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Dengan ditanamnya 2.500 bibit mangrove di Pantai Kasabolo diharapkan kawasan pesisir Kecamatan Poleang kabupaten Bombana dapat kembali hijau dan terlindungi dari ancaman abrasi serta kerusakan lingkungan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Melalui momentum HUT Kowal ke-63, Kowal Lanal Kendari bersama seluruh mitra dan masyarakat kabupaten Bombana menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam kegiatan sosial, edukatif, dan lingkungan, demi laut yang lestari, masyarakat yang sejahtera, serta kedaulatan maritim Indonesia yang tetap sejuk dan terjaga.
𝗣𝗲𝗻𝘂𝗹𝗶𝘀/𝗥𝗲𝗽𝗼𝗿𝘁𝗲𝗿: 𝗔𝗻𝗱𝗶 𝗦𝘆𝗮𝗺
𝗦𝘂𝗺𝗯𝗲𝗿: 𝗧𝗶𝗺 𝗗𝗮𝗻𝘀𝗮𝘁𝗴𝗮𝘀 𝗕𝗼𝗺𝗯𝗮𝗻𝗮

