
FAJARTIMURNEWS.com Palu Sulteng. "Anwar" (28) warga Tangerang Banten, yang numpang tinggal di rumah teman di Kelurahan Kayumalue Pajeko Kecamatan Palu Utara, "bonyok" dihakimi massa karena menyekap seorang karyawan toko Indomaret di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara, pada Minggu (18/1/26).
Menurut Humas Polresta Palu, peristiwa yang berlangsung singkat ini berawal ketika Rifaldi, karyawan toko "Indomaret" Kayumalue Ngapa, pada Minggu sekitar pukul 06.50 wita, datang membuka toko. Sekitar 5 menit kemudian, tiba-tiba muncul Anwar dan langsung mengancam Rifaldi dengan sebilah golok seraya merampas ponselnya. "Buka brankas", hardik Anwar. Tapi permintaan Anwar tak bisa dipenuhi karena kunci brankas tidak ada. "kunci brankas tidak ada, dibawa Kepala Shif, "kata Rifaldi.
Mendengar jawaban Rifaldi, Anwar naik pitam. Dalam keadaan toko masih sepi, Anwar berusaha menyekap Rifaldi seraya membekap mulut, tangan dan kakinya dengan lakban, lalu menyeret kedepan gudang.
Sekitar pukul 07.20 wita, Kepala Shif Suci Ramadani, datang di toko Indomaret. Saat membuka pintu, Suci kaget melihat Anwar berdiri didepannya dengan wajah bringas sambil menenteng sebilah parang.
Suci yang ketakutan segera lari keluar toko sambil berteriak minta tolong. Mendengar teriakan Suci, Anwar jadi panik dan berusaha kabur, memacu sepeda motor yang dikendarai kearah selatan seraya membawa hasil jarahannya berupa rokok, uang dan ponsel milik Rifaldi.
Warga sekitar yang mendengar teriakan Suci serta melihat Anwar kabur, segera berdatangan seraya mengejar Anwar. Sial bagi Anwar karena dalam pelariannya ia terperosok kedalam lahan sagu di Kelurahan Kayumalue Pajeko sehingga warga berhasil menangkapnya. Anwar pun jadi bulan bulanan warga, "bonyok" dihakimi massa.
Anwar masih mujur karena sekitar pukul 07.50 wita, piket Polsek Tawaeli segera datang menjemput dan mengamankan sehingga terhindar dari tindakan warga yang nampak emosi.
Usai dibawa ke rumah sakit "Madani" guna mengobati luka yang diderita di bagian wajahnya serta rasa sakit sekujur badannya, Anwar diboyong ke Mapolsek Tawaeli.
Usai dibawa ke rumah sakit "Madani" guna mengobati luka yang diderita di bagian wajahnya serta rasa sakit sekujur badannya, Anwar diboyong ke Mapolsek Tawaeli.
Kini Anwar bersama barang bukti sebilah parang, 45 bungkus rokok berbagai merk, uang Rp. 485 ribu serta hand phone milik Rifaldi dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio M3 yang digunakan dalam menjalankan aksinya diboyong ke Mapolsek Tawaeli guna menjalani pemeriksaan lanjut.
(ditha/basri)

