FAJAR TIMUR NEWS.COM - Baru dua bulan menjabat sejak 18 Agustus 2026, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Muhammad Ilham Agung Setiawan, langsung tancap gas. Ia menetapkan Zero Halinar sebagai harga mati.
Hal itu di tegaskannya saat di temui di ruang kerjanya, Sabtu, (17/10/2026).
"Prioritas pertama, dan ini adalah prioritas harga mati, yaitu lapas narkotika itu zero dari handphone, zero dari pungli, dan zero dari narkoba," tegas Ilham.
Menurutnya, pemberantasan HP ilegal, pungli, dan narkoba adalah perintah langsung pimpinan pusat yang harus di laksanakan dengan integritas penuh. Ketiga hal tersebut adalah sumber utama gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), apalagi di lapas yang berisi warga binaan kasus narkotika.
"Sehingga ketika kita menzerokan Halinar ini, insya Allah gangguan kamtib itu bisa di minimalisir," ujarnya.
Ilham menegaskan, Zero Halinar bukan hanya untuk membuat lapas aman, tapi juga untuk membuat pembinaan berjalan. Jika lapas bersih, warga binaan bisa ikut pembinaan dengan nyaman dan petugas bisa bekerja secara profesional.
Ia juga menekankan, ketertiban tidak bisa hanya di bebankan ke warga binaan. Ada tiga unsur yang harus tertib bersamaan :
1. Petugas pemasyarakatan
2. Warga binaan
3. Keluarga yang datang membesuk
"Kalau mungkin saya menertibkan warga binaan saja, sementara petugas saya tidak tertibkan, tentu belum bisa tertib. Kalau petugas sudah tertib, warga binaan sudah tertib, keluarga yang mengunjungi tidak tertib, juga belum tertib," ungkapnya.
Dengan penertiban tiga unsur ini, Ilham optimis Lapas Narkotika Sungguminasa bisa menjadi lapas yang berintegritas, tertib, dan kondusif. Tutup kalapas.


