Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Ada Jaringan Penyelundupan Solar Bersubsidi ke Morowali, Kapolres Wajo dan Kanit Tipidter Diharapkan Bertindak Tegas

Sabtu, 08 Agustus 2026 | Agustus 08, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T23:44:58Z

FAJARTIMURNEWS.COM
WAJO – Dugaan praktik penyalahgunaan dan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar menuju Morowali kembali mencuat. Aktivitas tersebut diduga melibatkan pengumpulan solar dalam jumlah besar menggunakan jeriken sebelum diangkut keluar daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media, solar bersubsidi diduga dikumpulkan di wilayah Luppange, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo. Seorang warga Biasa disapa anto mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu sekitar tiga hari terkumpul kurang lebih 100 jeriken solar.

Menurut sumber tersebut, setelah jumlah solar mencapai sekitar 100 jeriken, seorang pria yang dikenal dengan nama panggilan Baba, yang disebut sebagai orang suruhan dari Abbas, diduga datang menggunakan mobil pikap Gran Max dari Kabupaten Bone untuk menjemput dan mengangkut solar tersebut dari Luppange.

Sementara itu, berdasarkan dokumentasi warga di wilayah Turun Pakkae, terlihat sebuah mobil tangki bertuliskan PT Harmony Solusi Energi. Menurut keterangan warga, sopir kendaraan tersebut mengaku bahwa solar yang diangkut merupakan milik Abbas. Keterangan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Apabila informasi tersebut benar, maka praktik tersebut berpotensi merupakan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat dan negara. Karena itu, diperlukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan fakta serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Maraknya dugaan aktivitas BBM solar ilegal di wilayah Kabupaten Wajo menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi salah satu prioritas bagi Kapolres Wajo yang baru. Masyarakat berharap kepemimpinan baru mampu mengambil langkah tegas dalam memberantas dugaan jaringan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang selama ini disebut masih beroperasi.

Selain itu, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Wajo juga diharapkan segera melakukan penyelidikan, mulai dari asal-usul BBM, lokasi penampungan, jalur distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat, sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Tim media telah berupaya menghubungi Suriyadi alias Pak Blade untuk meminta konfirmasi terkait informasi yang berkembang. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Kanit Tipidter Polres Wajo, tetapi belum memperoleh respons.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

TIM
×
Berita Terbaru Update