FAJARTIMURNEWS.com Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kembali menunjukkan geliat positif dalam pengembangan sektor pariwisata. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Hairil Anwar, sebuah destinasi wisata alam terbaru berhasil dirancang dan mulai diperkenalkan kepada publik, yakni Bulu Cangkoleng dengan ketinggian sekitar 390 meter di atas permukaan laut (MDPL). Destinasi ini diproyeksikan sebagai salah satu obyek wisata pendakian yang potensial, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Bulu Cangkoleng menawarkan keindahan alam perbukitan yang masih alami dengan panorama khas wilayah Pangkep. Jalur pendakian yang tersedia menyuguhkan pengalaman tersendiri bagi para pecinta alam dan penggemar aktivitas luar ruang. Sepanjang perjalanan menuju puncak, pendaki disuguhi pemandangan hamparan pepohonan hijau, kontur perbukitan yang menantang namun ramah bagi pendaki pemula, serta udara segar yang menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Menurut Kepala Desa Tabo-Tabo, Hairil Anwar, perancangan destinasi wisata Bulu Cangkoleng berangkat dari visi pemerintah desa untuk memaksimalkan potensi alam yang dimiliki desa. Ia menilai, potensi wisata pendakian memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena minat masyarakat terhadap wisata berbasis alam dan petualangan terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Bulu Cangkoleng kami rancang sebagai wisata pendakian yang aman, menarik, dan tetap menjaga kelestarian alam. Dengan ketinggian 390 MDPL, jalur ini sangat cocok bagi wisatawan lokal maupun asing yang ingin menikmati keindahan alam Pangkep tanpa harus menempuh pendakian ekstrem,” ujar Hairil Anwar.
Dalam proses perancangannya, pemerintah desa melibatkan masyarakat setempat melalui semangat gotong royong. Pembukaan dan penataan jalur pendakian dilakukan secara bertahap, disertai pemasangan penanda jalur, penyediaan area istirahat, serta spot pandang di beberapa titik strategis. Di puncak Bulu Cangkoleng, pengunjung dapat menikmati panorama alam yang luas, termasuk bentang desa, perbukitan, dan lanskap alam sekitar yang memanjakan mata.
Destinasi ini juga diharapkan menjadi magnet baru bagi kunjungan wisata ke Kabupaten Pangkep. Pemerintah desa menargetkan Bulu Cangkoleng tidak hanya dikenal sebagai lokasi pendakian, tetapi juga sebagai ruang edukasi alam dan konservasi lingkungan. Para pengunjung diajak untuk mengenal keanekaragaman hayati serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan perbukitan.
Dari sisi ekonomi, kehadiran Bulu Cangkoleng diyakini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Tabo-Tabo. Peluang usaha seperti pemandu pendakian lokal, penyediaan jasa parkir, penjualan makanan dan minuman, hingga pengembangan produk UMKM khas desa mulai terbuka. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata berkelanjutan.
Antusiasme masyarakat terhadap pengembangan destinasi ini cukup tinggi. Warga berharap Bulu Cangkoleng dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan sehingga mampu menarik minat wisatawan, termasuk wisatawan asing yang gemar menjelajahi destinasi pendakian dengan keunikan lokal.
Dengan dirancangnya Bulu Cangkoleng sebagai obyek wisata pendakian di ketinggian 390 MDPL, Desa Tabo-Tabo semakin mempertegas komitmennya dalam membangun desa berbasis potensi alam. Kepemimpinan Kepala Desa Hairil Anwar dinilai membawa angin segar dalam pengembangan pariwisata desa, sekaligus menempatkan Desa Tabo-Tabo sebagai salah satu tujuan wisata alam yang menjanjikan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Andi Syukriansyah

