Notification

×

Iklan

Iklan

PWI Sulsel Ambil Alih Kepengurusan Wajo, Soppeng, dan Bone

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-24T11:51:37Z

 
FAJARTIMURNEWS.COM  WAJO, –  Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Dr. H. Suwardi Thahir, menegaskan bahwa seluruh kegiatan, kebijakan, dan kewenangan organisasi PWI di tingkat kabupaten/kota berada di bawah koordinasi dan kewenangan PWI Provinsi Sulsel.

Pernyataan itu disampaikan saat melakukan diskusi dan koordinasi bersama pengurus PWI Sulsel dan perwakilan PWI kabupaten/kota di Warkop Sami, Panakukang, Makassar, Minggu (23/8/2026). Ia didampingi Wakil Ketua PWI Sulsel Bidang Organisasi, H. Mappiar.

“Saat ini sejumlah kepengurusan PWI di kabupaten menjadi perhatian serius kami. Terutama kabupaten/kota yang masa kepengurusannya telah berakhir. Kami akan segera melakukan pembenahan struktur organisasi,” ujar Suwardi.

Ia menambahkan, untuk kabupaten/kota yang mengalami kekosongan kepengurusan, untuk sementara akan diambil alih oleh pengurus PWI Provinsi.




Pernyataan tersebut juga menyoroti kondisi PWI Kabupaten Wajo yang saat ini menjadi catatan penting PWI Sulsel menyusul adanya dinamika internal di tubuh organisasi.

Tunjuk Pelaksana Harian di Wajo, Soppeng, dan Bone  
H. Mappiar mengatakan, selain Wajo, kepengurusan PWI di Soppeng dan Bone juga menjadi perhatian khusus.

“Untuk sementara kepengurusan PWI Wajo akan ditunjuk sebagai pelaksana harian. Langkah ini diambil agar roda organisasi tetap berjalan sambil menunggu penyempurnaan struktur kepengurusan definitif,” jelas Mappiar.

Menurutnya, penunjukan pelaksana harian bertujuan menjaga marwah organisasi dan memastikan program kerja PWI di daerah tidak terhenti. PWI Sulsel juga akan segera melakukan evaluasi dan pembinaan agar kepengurusan definitif di Wajo segera terbentuk.

Mappiar berharap seluruh anggota PWI di kabupaten/kota tetap menjaga kekompakan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.  
“PWI itu rumah besar wartawan. Jangan sampai ada perpecahan yang merugikan organisasi dan citra wartawan di mata publik,” tegasnya.

[ TIM ]
×
Berita Terbaru Update