Notification

×

Iklan

Iklan

Kajati Sulsel Lantik Tiga Pejabat Strategis, Rio Aditya Resmi Pimpin Kejari Wajo

Jumat, 14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T06:54:54Z

FAJARTIMURNEWS.COM
  MAKASSAR, KompasTimurNews.Com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel) Muhammad Syarifuddin melantik tiga pejabat Eselon III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Kamis (13/8/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut digelar di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel dan dihadiri jajaran pejabat utama Kejati Sulsel, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Prihatin, para Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Bagian Tata Usaha, serta para koordinator.

Dalam pelantikan itu, tiga pejabat mendapat amanah untuk menduduki sejumlah posisi strategis. Andi Mirnawaty dilantik sebagai Asisten Pembinaan Kejati Sulsel, Douglas Pamino Nainggolan sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel, sementara Rio Aditya Arifiansyah dipercaya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Wajo.

Kajati Sulsel Muhammad Syarifuddin dalam arahannya menyampaikan bahwa mutasi dan promosi merupakan bagian dari dinamika sekaligus kebutuhan organisasi dalam meningkatkan kinerja institusi.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap jabatan yang diberikan bukan sekadar perubahan posisi struktural, melainkan kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Pelantikan pejabat pada hari ini bukan semata-mata perpindahan jabatan struktural, melainkan juga merupakan kepercayaan dan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara struktural kepada pimpinan, maupun secara moral kepada masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Syarifuddin.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas masing-masing serta melakukan konsolidasi internal guna memastikan seluruh program dan tugas dapat berjalan secara optimal.

Tekankan Pembenahan Tata Kelola

Kepada Asisten Pembinaan Kejati Sulsel Andi Mirnawaty, Kajati meminta adanya penguatan tata kelola organisasi. Menurutnya, bidang pembinaan memiliki peran penting karena menjadi salah satu penopang kelancaran pelaksanaan tugas teknis kejaksaan.

Syarifuddin menekankan agar tata kelola organisasi dibangun secara tertib, transparan dan akuntabel. Selain itu, peningkatan disiplin, profesionalisme dan kesejahteraan pegawai juga harus menjadi perhatian.

“Saya minta agar Saudari mampu membangun tata kelola organisasi yang tertib, transparan, dan akuntabel, serta terus mendorong peningkatan kesejahteraan, disiplin, dan profesionalisme seluruh pegawai,” ujarnya.

Sementara kepada Douglas Pamino Nainggolan yang kini menjabat Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel, Syarifuddin memberikan penekanan pada pelaksanaan penanganan perkara tindak pidana korupsi.

Ia meminta proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, independen dan berintegritas, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam setiap penanganan perkara.
Menurutnya, pemberantasan tindak pidana korupsi tidak hanya berorientasi pada proses hukum, tetapi juga harus memperhatikan upaya pemulihan kerugian keuangan negara serta dampak perkara terhadap perekonomian dan pembangunan daerah.

“Penegakan hukum tindak pidana korupsi harus dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis, tanpa mengabaikan aspek pemulihan kerugian keuangan negara serta dampaknya terhadap perekonomian dan pembangunan daerah,” kata Syarifuddin.

Rio Aditya Diberi Amanah Pimpin Kejari Wajo

Sementara itu, perhatian khusus juga diberikan kepada Rio Aditya Arifiansyah yang resmi dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Wajo.

Kajati Sulsel meminta Rio segera membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Wajo maupun seluruh elemen masyarakat.

Sinergi tersebut dinilai penting agar pelaksanaan tugas penegakan hukum di Kabupaten Wajo dapat berjalan secara adil sekaligus tetap mendukung program pembangunan daerah.
“Jadikan Kejaksaan Negeri Wajo sebagai institusi penegak hukum yang dicintai dan dipercaya oleh masyarakat,” tegas Syarifuddin.

Di penghujung amanatnya, Kajati Sulsel kembali mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik untuk senantiasa memegang teguh Kode Etik dan Perilaku Jaksa.

Ia juga meminta agar seluruh jajaran menghindari setiap bentuk penyalahgunaan kewenangan serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi jajaran Kejati Sulsel untuk memperkuat kinerja, meningkatkan profesionalisme dan mempertahankan kepercayaan masyarakat melalui pelaksanaan tugas yang transparan, berintegritas dan bertanggung jawab.
×
Berita Terbaru Update