Notification

×

Iklan

Iklan

Kepala UPT SMKN 2 Pangkajene Berikan Seragam Gratis bagi Siswa Kurang Mampu, Wujud Kepedulian dan Dukungan Pendidikan Berkelanjutan

Rabu, 08 Juli 2026 | Juli 08, 2026 WIB Last Updated 2026-07-08T07:11:14Z

FAJARTIMURNEWS.com
Pangkep, 8 Juli 2026 – Komitmen untuk mendukung dunia pendidikan dan meringankan beban masyarakat terus ditunjukkan oleh Kepala UPT SMKN 2 Pangkajene, H. Rusli, S.Pd., M.Si. Melalui program sosial yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun, pihak sekolah kembali menyalurkan bantuan seragam gratis kepada calon siswa dan siswi baru yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Pada tahun ajaran 2026 ini, bantuan seragam sekolah diberikan kepada tiga orang calon peserta didik baru yang telah dinyatakan memenuhi kriteria penerima bantuan. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terbebani oleh kebutuhan perlengkapan sekolah.

Menurut H. Rusli, bantuan ini bukan sekadar pemberian seragam, melainkan bentuk dukungan moral dan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa dan tidak boleh terhambat hanya karena faktor ekonomi.

“Program bantuan seragam gratis ini sudah menjadi kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya adalah membantu keluarga yang benar-benar membutuhkan agar anak-anak mereka dapat bersekolah dengan nyaman dan percaya diri,” ujar H. Rusli saat ditemui di lingkungan UPT SMKN 2 Pangkajene, Selasa (8/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa proses penentuan penerima bantuan dilakukan secara selektif dan objektif. Sebelum bantuan diberikan, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi calon siswa yang bersangkutan.

Tim dari sekolah turun langsung mengunjungi rumah calon penerima bantuan guna melihat kondisi tempat tinggal mereka, sekaligus mengetahui pekerjaan dan keadaan ekonomi orang tua. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh siswa yang memang membutuhkan perhatian khusus.

“Kami tidak ingin salah sasaran. Karena itu, sebelum menetapkan penerima bantuan, kami melakukan survei langsung ke rumah calon siswa. Kami melihat kondisi rumahnya, berdialog dengan keluarga, serta mengetahui pekerjaan orang tua mereka. Dari situlah kami menentukan siapa yang layak menerima bantuan,” jelasnya.

Program bantuan seragam gratis tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu membantu masyarakat yang sedang menghadapi tantangan ekonomi. Kehadiran program ini juga menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitarnya.

H. Rusli mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu, UPT SMKN 2 Pangkajene juga telah menyalurkan bantuan seragam gratis kepada dua orang siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sementara pada tahun 2026 jumlah penerima meningkat menjadi tiga orang, sesuai hasil survei dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Menurutnya, jumlah penerima bukanlah target utama, melainkan bagaimana bantuan tersebut dapat benar-benar membantu siswa yang membutuhkan. Ia berharap program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas pada tahun-tahun mendatang.

Selain memberikan bantuan seragam, pihak sekolah juga terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah, dan mendukung seluruh peserta didik untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Dengan adanya perhatian terhadap siswa dari keluarga kurang mampu, diharapkan tidak ada anak yang merasa minder atau kesulitan mengikuti proses pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

Para orang tua penerima bantuan mengaku sangat bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan oleh pihak sekolah. Mereka menilai bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka, terutama menjelang tahun ajaran baru yang biasanya memerlukan berbagai perlengkapan sekolah.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Pangkep juga memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan oleh Kepala UPT SMKN 2 Pangkajene. Mereka berharap program serupa dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk lebih peduli terhadap siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Melalui program bantuan seragam gratis ini, UPT SMKN 2 Pangkajene kembali menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal proses belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga tentang membangun kepedulian, kebersamaan, dan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dengan semangat berbagi dan kepedulian yang terus dipertahankan setiap tahun, H. Rusli, S.Pd., M.Si. berharap tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah karena keterbatasan ekonomi. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi unggul, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama
×
Berita Terbaru Update