
Pada tahun 2020, Desa Benggaulu tercatat sebagai desa tertinggal dengan jumlah penduduk sekitar 990 Kepala Keluarga (KK). Keterbatasan infrastruktur dasar, minimnya sarana pelayanan publik, serta rendahnya tingkat pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi tantangan utama yang dihadapi pemerintah desa saat itu. Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah strategis dan terukur agar Desa Benggaulu mampu keluar dari ketertinggalan.
Memasuki tahun 2021 hingga 2022 di bawah kepemimpinan Muhammad Basri, Desa Benggaulu mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Selain pembangunan fisik, pemerintah desa juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai program pelatihan, pendampingan usaha, serta dukungan terhadap UMKM desa terus digalakkan. Upaya ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi warga sekaligus membuka lapangan kerja baru di tingkat desa.
Di bidang sosial dan pemerintahan, Muhammad Basri dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Pemerintah desa secara aktif melibatkan BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Puncak dari perjalanan pembangunan tersebut tercapai pada tahun 2024, ketika Desa Benggaulu resmi menyandang status. desa mandiri.
Masyarakat Desa Benggaulu memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Muhammad Basri yang dinilai visioner, konsisten, dan dekat dengan rakyat. Keberhasilan mengubah status desa dari tertinggal menjadi mandiri tidak hanya menjadi kebanggaan warga Benggaulu, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain di Kabupaten Pasangkayu dan Sulawesi Barat.
Ke depan, pemerintah Desa Benggaulu berkomitmen untuk terus mempertahankan status desa mandiri dengan memperkuat inovasi desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga kesinambungan pembangunan. Dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang kuat, Desa Benggaulu optimistis mampu melangkah lebih jauh menuju desa yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Andi syukriansyah

