Notification

×

Iklan

Iklan

​Di Bawah Kepemimpinan Muhammad Basri, Desa Benggaulu Bertransformasi dari Desa Tertinggal Menjadi Desa Mandiri

Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:59 WIB Last Updated 2026-02-07T07:03:15Z


FAJARTIMURNEWS.com Pasangkayu, Sulbar– Desa Benggaulu, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, mencatatkan sejarah pembangunan desa yang membanggakan. Dalam kurun waktu relatif singkat, desa yang pada tahun 2020 masih berstatus desa tertinggal kini berhasil bertransformasi menjadi desa mandiri pada tahun 2024, sebuah capaian luar biasa di bawah kepemimpinan Kepala Desa Muhammad Basri.

Pada tahun 2020, Desa Benggaulu tercatat sebagai desa tertinggal dengan jumlah penduduk sekitar 990 Kepala Keluarga (KK). Keterbatasan infrastruktur dasar, minimnya sarana pelayanan publik, serta rendahnya tingkat pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi tantangan utama yang dihadapi pemerintah desa saat itu. Kondisi tersebut mendorong perlunya langkah strategis dan terukur agar Desa Benggaulu mampu keluar dari ketertinggalan.

Memasuki tahun 2021 hingga 2022 di bawah kepemimpinan Muhammad Basri, Desa Benggaulu mulai menunjukkan perkembangan signifikan. 

Melalui pengelolaan Dana Desa yang transparan, terarah, dan berbasis kebutuhan masyarakat, berbagai program pembangunan fisik dan nonfisik mulai direalisasikan. Hasilnya, Desa Benggaulu berhasil meningkatkan statusnya menjadi desa maju disertai dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang melampaui 1.000 Kepala Keluarga


Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama, mulai dari peningkatan kualitas jalan desa, pembangunan drainase, hingga penyediaan fasilitas umum yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Aksesibilitas yang semakin baik berdampak langsung pada peningkatan produktivitas warga, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan usaha kecil masyarakat.

Selain pembangunan fisik, pemerintah desa juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai program pelatihan, pendampingan usaha, serta dukungan terhadap UMKM desa terus digalakkan. Upaya ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi warga sekaligus membuka lapangan kerja baru di tingkat desa.

Di bidang sosial dan pemerintahan, Muhammad Basri dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Pemerintah desa secara aktif melibatkan BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. 

Pendekatan ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kemajuan Desa Benggaulu.
Puncak dari perjalanan pembangunan tersebut tercapai pada tahun 2024, ketika Desa Benggaulu resmi menyandang status. desa mandiri.

Prestasi ini semakin istimewa karena Desa Benggaulu menjadi salah satu dari hanya dua desa mandiri di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat. Status desa mandiri menunjukkan bahwa Desa Benggaulu telah mampu memenuhi indikator pembangunan desa, baik dari aspek ekonomi, sosial, lingkungan, maupun tata kelola pemerintahan.


Masyarakat Desa Benggaulu memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Muhammad Basri yang dinilai visioner, konsisten, dan dekat dengan rakyat. Keberhasilan mengubah status desa dari tertinggal menjadi mandiri tidak hanya menjadi kebanggaan warga Benggaulu, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain di Kabupaten Pasangkayu dan Sulawesi Barat.


Ke depan, pemerintah Desa Benggaulu berkomitmen untuk terus mempertahankan status desa mandiri dengan memperkuat inovasi desa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga kesinambungan pembangunan. Dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang kuat, Desa Benggaulu optimistis mampu melangkah lebih jauh menuju desa yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.


Andi syukriansyah

×
Berita Terbaru Update