Notification

×

Iklan

Iklan

Atasi Krisis Dokter Spesialis, Untad Launching 3 Program Studi Spesialis

Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:57 WIB Last Updated 2026-02-13T23:57:41Z

FAJARTIMURNEWS.com
Palu Sulteng. Untuk mengatasi krisis dan kekurangan dokter spesialis di beberapa daerah di Sulteng, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) Palu,  membuka 3 progran studi spesialis (Sp-1) yakni Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Bedah dan Ilmu Penyakit Dalam.

 Grand Launching program tersebut digelar pada Jumat (13/2/26) di Auditorium Fakultas Kedokteran (FK) Untad Palu, dihadiri Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido. Turut hadir Dekan FK Untad M.Sabir, Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Forkopimda, para dokter ahli, perwakilan FK Universitas Hasanuddin (Unhas) serta mahasiswa kedokteran. Sedangkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Fauzan mengikuti secara daring.

  Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido dalam sambutannya mengatakan, pembukaan tiga prodi spesialis di Untad Palu ini merupakan terobosan strategis guna menjawab dan mengatasi kekurangan dokter spesialis di kabupaten/ kota di Sulteng akibat keterbatasan tenaga pendukung. "Karenanya, kita hadirkan pendidikan dokter spesialis di Palu guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, "katanya.



  Reny menyatakan komitmen pemerintah Provinsi Sulteng untuk mendukung penuh sarana dan prasarana pendidikan spesialis ini termasuk pembiayaan mahasiswa melalui program "berani cerdas". "setiap tahun anggaran disiapkan sebagai bentuk keberpihakan pemprov Sulteng pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, "jelasnya.

 Ia mengingatkan para peserta didik dan dokter pendidik untuk menjaga standar akademik dengan memperbanyak pembelajaran berbasis kasus, literatur ilmiah serta pendampingan tutor yang memadai. "Jangan hanya mengejar gelar dokter  spesialis tapi pastikan kompetensi dan kualitas tetap terjaga, "pesannya.

 Rektor Untad Prof. Amar, memberi apresiasi terhadap dukungan pemerintah Provinsi Sulteng yang konsisten membantu pemenuhan sarana dan prasarana serta kemitraan pembinaan akademik dari FK Unhas sebagai institusi induk.

Kehadiran prodi spesialis kata Amar, akan memperkuat posisi Untad sebagai pusat rujukan pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan nyata tenaga medis spesialis di Sulteng. "Universitas juga berkomitmen akan merekrut dokter spesialis senior sebagai pendidik guna menjamin keberlanjutan dan mutu pendidikan, "tandas Rektor Untad. (Ditha)
×
Berita Terbaru Update