Notification

×

Iklan

Iklan

Kapolsek Mamajang Kota Makassar Turun Lerai Malah Kena Busur, Warga Kakatua Tewas di Tangan Tetangganya Sendiri

Kamis, 05 November 2026 | November 05, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T11:48:54Z


FAJAR TIMUR
NEWS.COM
- Aksi saling serang antar kelompok warga di Jalan Kakatua II, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar kembali terjadi. Bentrokan yang pecah pada Rabu malam (4/11/2026) sekitar pukul 23.50 WITA itu menelan korban jiwa dan melukai Kapolsek Mamajang.

Bentrokan melibatkan dua kelompok warga yang diduga berasal dari Kakatua 2 Lorong 3 dan Kakatua 3 Lorong 4. Kedua kelompok terlibat saling serang menggunakan batu dan senjata tajam jenis anak panah busur.

Seorang warga bernama Irwan Azis, buruh harian, menjadi korban. Ia mengalami luka tusuk anak panah busur pada bagian leher kiri. Korban sempat dilarikan ke RSUD Labuang Baji Makassar, namun nyawanya tidak tertolong dan di nyatakan meninggal dunia pada Kamis dini hari (5/11/2026).

Tidak hanya warga, aparat kepolisian yang berusaha melerai juga menjadi korban. Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, S.T., terkena anak panah busur pada betis kanan saat memimpin langsung pembubaran massa sekitar pukul 00.00 WITA.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar, membenarkan adanya insiden perkelahian kelompok tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan korban luka dari warga maupun aparat.

"Benar telah terjadi perkelahian kelompok di wilayah Mamajang yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia akibat luka tusuk, serta korban luka dari warga," ujar AKP Jafar.

Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, personel gabungan dari Polsek Mamajang, Resmob Polda Sulsel, Patroli Pallawa, dan Polrestabes Makassar di terjunkan ke lokasi dan melakukan pemblokadean untuk memisahkan kedua kubu yang bertikai.

Hingga Kamis pagi, aparat masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian. Warga di himbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Sementara itu, penyebab pasti terjadinya bentrokan dan identitas pelaku pembusuran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
×
Berita Terbaru Update