Notification

×

Iklan

Iklan

Dishub Kabupaten Maros Sulsel Sebut Antrean SPBU Biang Kemacetan Di Poros Maros-Pangkep

Senin, 19 Oktober 2026 | Oktober 19, 2026 WIB Last Updated 2026-10-19T02:38:18Z



FAJAR TIMUR
NEWS.COM
- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maros mengakui antrean kendaraan di sejumlah SPBU menjadi salah satu pemicu kemacetan, khususnya di poros Maros-Pangkep. Antrean yang mengular hingga bahu jalan dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Maros, H. A. Abbas Maskur saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Abbas mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengelola SPBU dan Satlantas Polres Maros untuk mencari solusi agar antrean tidak menumpuk di tepi jalan.

"Langkah awal yang pernah kami lakukan, kami undang stakeholder yang terkait, termasuk para pelaku usaha di SPBU yang ada di Maros. Kami undang bersama anggota, termasuk Pak Kasatlantas sendiri, untuk melakukan koordinasi bagaimana kira-kira solusi atau langkah-langkah yang harus kita ambil," ujarnya.

Menurutnya, pengelola SPBU merespons baik upaya tersebut dan berkeinginan menampung kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Namun, keterbatasan lahan menjadi kendala utama, terutama untuk armada besar yang membutuhkan ruang parkir lebih luas.

"Pihak SPBU ini merespons baik. Beliau ingin menampung armada-armada yang masuk di SPBU itu, cuma keterbatasan lokasi yang ada di SPBU itu juga menjadi masalah," jelasnya.

Pengawasan Terus Dilakukan

Abbas menegaskan, Dishub Maros terus melakukan pengawasan dan penguraian lalu lintas, terutama pada pagi dan sore hari saat aktivitas kendaraan meningkat. Petugas juga diingatkan agar menegur pengemudi yang memarkir kendaraan di tepi jalan.

Meski begitu, ia mengakui penanganan di lapangan tidak selalu maksimal karena sopir juga memiliki kebutuhan mendesak untuk mendapatkan BBM.

"Kondisinya memang sangat memprihatinkan, sopir ini mempunyai kebutuhan atau kepentingan yang juga mendesak. Kalau kita melakukan tindakan yang lebih, pastinya sopir juga akan mengambil tindakan yang tidak kita inginkan," katanya.

Personel Terbatas

Selain soal lahan, keterbatasan personel juga menjadi tantangan. Dishub telah mengatur penugasan melalui surat tugas untuk pengawasan pada hari kerja hingga akhir pekan, namun jumlah personel yang terbatas serta faktor anggota yang sakit terkadang membuat pengawasan tidak maksimal di lapangan.

"Kami tetap melakukan pengawasan, tetap memberikan tugas kepada teman-teman untuk melakukan penguraian. Kami berikan tugas di pagi hari dan sore hari," ungkapnya.

Ia berharap penanganan antrean SPBU dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi antara Dishub, kepolisian, pengelola SPBU, dan para pengemudi agar kelancaran arus lalu lintas di jalur utama Maros-Pangkep tetap terjaga.
×
Berita Terbaru Update