FAJARTIMURNEWS.com Barru – Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Kepala Desa Jangan-Jangan, Kabupaten Barru, Rahmansyah memanfaatkan momen kebersamaan untuk mempererat silaturahmi dengan sejumlah insan pers. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (6/2/2026) tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, sekaligus menjadi ajang refleksi atas perjalanan kepemimpinannya selama memimpin desa tersebut.
Pertemuan antara Rahmansyah dan para awak media ini berlangsung sederhana namun sarat makna. Dalam kesempatan itu, Rahmansyah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya insan pers, yang selama ini turut mengawal jalannya pembangunan dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait berbagai program pemerintah desa.
Menurut Rahmansyah, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Ia menilai bahwa hubungan yang baik antara pemerintah desa dan media merupakan salah satu kunci dalam menciptakan transparansi serta membangun kepercayaan publik.
“Selama masa kepemimpinan saya di Desa Jangan-Jangan, peran media sangat membantu dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan pembangunan kepada masyarakat. Media juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga,” ujar Rahmansyah.
Dalam pertemuan tersebut, Rahmansyah juga mengenang berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan selama masa kepemimpinannya. Mulai dari pembangunan infrastruktur desa, peningkatan pelayanan masyarakat, hingga berbagai program pemberdayaan warga yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jangan-Jangan.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan di desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, berbagai kegiatan sosial, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat terus didorong agar masyarakat desa semakin mandiri dan berdaya saing.
Rahmansyah menyadari bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan desa tentu terdapat berbagai tantangan dan keterbatasan. Namun berkat dukungan masyarakat, aparat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak termasuk media, berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Tidak semua program dapat berjalan sempurna, namun kami selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Desa Jangan-Jangan. Dukungan masyarakat dan kerja sama semua pihak menjadi kekuatan utama dalam membangun desa,” jelasnya.
Di masa akhir pemerintahannya, Rahmansyah berharap berbagai program yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan oleh kepemimpinan desa berikutnya. Ia juga berharap agar pembangunan desa dapat terus berjalan secara berkesinambungan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, para insan pers yang hadir menyambut baik kegiatan silaturahmi tersebut. Mereka menilai pertemuan ini sebagai bentuk keterbukaan dan komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan media.
Para jurnalis juga mengapresiasi sikap Rahmansyah yang selama ini dinilai cukup terbuka terhadap media dalam menyampaikan berbagai informasi terkait pembangunan desa. Hal tersebut dinilai penting dalam menjaga transparansi serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Pertemuan silaturahmi ini juga menjadi momen untuk saling bertukar pandangan terkait perkembangan desa serta berbagai isu pembangunan di daerah. Diskusi berlangsung hangat, di mana para jurnalis dan kepala desa saling berbagi pandangan demi kemajuan desa ke depan.
Menjelang berakhirnya masa jabatan, Rahmansyah menyampaikan harapannya agar Desa Jangan-Jangan terus berkembang menjadi desa yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis. Ia juga berharap hubungan baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan insan pers dapat terus terjaga.
“Silaturahmi ini bukan hanya sekadar pertemuan biasa, tetapi juga sebagai bentuk kebersamaan dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan desa selama ini,” tutup Rahmansyah.
Kegiatan tersebut pun ditutup dengan suasana penuh keakraban, mencerminkan hubungan yang harmonis antara pemerintah desa dan insan pers dalam membangun komunikasi yang positif demi kemajuan daerah.

